Berhasil Memiliki 251 Cabang, Pemasaran Sepuluh Kotak Biru ini Telah Mengubah Hidup ku

Pengalaman pribadi menggunakan Pemasaran Sepuluh Kotak Biru untuk bisnis tempe saya. Kini pemasaran nya sampai ke luar pulau.

Keluarga saya sudah menekuni bisnis tempe turun temurun. Saya sebagai seorang Putri tunggal, direncanakan akan mewarisi bisnis tersebut di masa depan.

Semenjak SD, banyak teman- teman mengejek “Anak tukang tempe… Anak tukang tempe… ”. Hal ini terus berlanjut bahkan sampai SMA. Karena sering direndahkan seperti itu, setelah lulus SMA, akan saya buktikan, bahwa tempe juga bisa menjadi bisnis besar.

Dan akhirnya, mimpi saya tersebut berbuah manis. Setelah memesan Website di Digime Bay yang dilengkapi dengan teknik Pemasaran Sepuluh Kotak Biru, penjualan tempe di luar pulau bisa saya jangkau, tanpa banyak kesulitan yang berarti.

Omset bisnis keluarga saya meningkat hingga ratusan juta tiap bulan nya. Saya juga berhasil membangun cabang pemasaran di 251 kota. Dan unik nya, teman saya yang dulu sering mengejek sambil berteriak- teriak “Anak Tukang Tempe…”, kini menjadi salah satu karyawan di tempat saya.

 

Awal Mula Mengenal Pemasaran Sepuluh Kotak Biru

Bukan dari komentar YouTube

Kita memang sudah memiliki beberapa langganan sebelum nya. Tapi saya berencana melakukan perluasan pemasaran ke tempat yang lebih banyak lagi. Hal yang ter pikirkan pertama kali, adalah harus memiliki sebuah website.

Saya masih belum tahu, dimana saya harus memesan jasa website. Tapi kala itu, datang lah Guru SMA saya yang membeli tempe. Beliau seperti biasa nya datang untuk membeli sekitar pukul 4 sore.

Artikel terkait:  Perbandingan Jasa Web dengan Pemasaran Sepuluh Kotak Biru VS Penyedia Layanan Lain

Sedikit basa basi, saya bilang kalau ingin memasarkan produk tempe ini, tapi masih bingung belum memiliki website. Beliau yang nama nya Pak Parsono, kemudian menyarankan untuk memesan nya di Digime Bay. Beliau juga menyebutkan, kalau dengan memesan website disana, berarti juga menerapkan Teknik Pemasaran Sepuluh Kotak Biru.

Karena jasa pembuatan web tidak lah murah, saya ingin cari tahu dalam dahulu sebelum memesan. Setelah mencari info, saya melihat ada puluhan artikel dari CN*, L*putan 6, Det*k, dll, yang membahas mengenai ini.

Digsoweb dan Pemasaran Sepuluh Kotak Biru di salah satu artikel website lain
Pembahasan Digsoweb di situs berita Indonesia

Update: Startegi Pemasaran Sepuluh Kotak Biru hanya bisa dipesan bersamaan dengan paket Jasa Pembuatan Website di perusahaan Digime Bay. Jasa itu juga disebut dengan Digsoweb (Digime Bay SEO Website).

Beberapa penulis artikel yang saya baca, mengaku bahwa mereka mengetahui jasa Pemasaran Sepuluh Kotak Biru ini pertama kali dari komentar di YouTube atau Instagram.

Tapi, saya sendiri mengetahui jasa tersebut dari referensi guru SMA saya. Bukan dari komentar sosmed. Mungkin, karena saya jarang membuka Facebook atau Instagram, sehingga saya melewatkan berita itu.

Saya juga melihat iklan mereka di TV

Kami adalah keluarga yang kebanyakan sering menonton Televisi. Terlebih adik saya. Ibu saya juga sering menonton sinetron, tapi hanya pada malam hari saja.

Ketika tidak sengaja ikut menonton TV dengan mereka, saya melihat iklan Digime Bay tersebut di televisi. Bukan nya tambah bersemangat untuk memesan, tapi malah jadi ragu.

Perasaan ragu ini, seperti seorang yang sudah sering tinggal di desa, lalu diajak ke sebuah kota besar metropolitan. Menatap gedung yang menjulang tinggi. Entah, bagaimana saya menggambarkan nya ke dalam sebuah kata- kata. Namun, seperti itulah perasaan saya dulu.

Artikel terkait:  Perbandingan Jasa Web dengan Pemasaran Sepuluh Kotak Biru VS Penyedia Layanan Lain

Hingga 2 bulan kemudian, saya berhasil menyisihkan uang keuntungan dari penjualan tempe tersebut. Kemudian, memberanikan diri menghubungi mereka untuk memesan website.

Pelayanan Tidak Pandang Bulu

“Apakah usaha kecil seperti saya akan dilayani kah?”. Itu kali pertama ketika saya hendak menekan tomol WhatsApp di situs mereka. Usaha tempe keluarga saya terbilang kecil ketika itu. Pemasaran hanya dilakukan di pasar- pasar tradisional.

Setelah mengirimkan chat pertama kali, kemudian saya mendapat balasan kalau Staff nya yang ingin menelpon untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. “Wuuih, tambah deg- deg an ini !”.

Tapi, sudah sampai sejauh ini, tidak mungkin saya mundur. Toh ini hanya menelpon saja (dan ini pertama kali nya saya menelpon orang yang belum pernah saya temui sebelum nya). Percakapan pun akhirnya terjadi.

Pelayanan Digime Bay sangat bagus

Saya mengatakan, bahwa usaha keluarga saya ini adalah usaha kecil. Saya tidak mengatakan hal yang muluk- muluk, takut di kira orang kaya dan malah diberi harga tinggi. Meski begitu, pelayanan mereka masih tetap baik.

Saya mengatakan ini, karena jujur pernah trauma. Dulu ketika mengurus perbaikan akta kelahiran di Dinas Catatan Sipil, dokumen saya di lempar. Entah karena penampilan saya yang lusuh, atau bagaimana.

Beberapa menit berlalu, dan saya memilih paket yang mereka tawarkan melalui telepon. Setelah itu, saya langsung pergi ke ATM untuk melakukan pembayaran.

 

Keadaan Setelah website jadi

Pembeli Mulai Berdatangan

5 hari setelah pemesanan, website saya pun selesai. Saya cek, dan memang web sudah bisa di akses lewat internet. Saya tunggu hingga 1 minggu, kemudian ada beberapa orang yang menghubungi saya melalui website.

Satu bulan setelah memiliki website yang berisikan Teknik Pemasaran Sepuluh Kotak Biru ini, saya sudah mendapatkan puluhan pelanggan baru. Kebanyakan dari mereka ada di luar kota.

Artikel terkait:  Perbandingan Jasa Web dengan Pemasaran Sepuluh Kotak Biru VS Penyedia Layanan Lain

Padahal sebelum nya, pemasaran saya hanya menjangkau pasar tradisonal di kota Rembang saja. Jangankan mendapatkan pembeli distributor, dulu bisnis tempe saya saja masuk ke minimarket gak bisa- bisa.

Sungguh satu langkah menuju sebuah kemajuan. Padahal teman saya yang juga jualan online di marketplace, tidak bisa mendapatkan penjualan sebagus saya.

Omset naik menjadi ratusan juta

Pelan tapi pasti, penjualan saya meningkat setiap bulan nya. Ketika saya menuliskan artikel ini, omzet saya sudah mencapai ratusan juta rupiah. Semua pelanggan dari luar pulau Jawa, saya dapatkan karena memiliki situs yang berisi Teknik Pemasaran Sepuluh Kotak Biru.

Kini, teman- teman saya yang dulu sering mengejek “Anak tukang tempe” seperti itu, saat ini malah bekerja di tempat saya. Ingin tertawa rasanya kalau mengingat hal itu. Tapi, ya sudah lah. Mungkin dulu mereka hanya bercanda, dan saya sendiri terlalu serius menanggapi nya.

Subscribe
Notify of
guest
37 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ferdiansyah Yahya

mantap sekali pengalamannya from zero to hero. memang sih kalau sudah membuat website bisnis akan beda sekali lingkup penjualannya. selain ruang lingkupnya makin luas, orang-orang juga bisa mengingat produk tersebut.

sukses terus bro, tingkatkan usahamu.

digime bay juga !. Tingkatkan pelayanan mu. aku udah membaca banyak tentang perusahaan mereka di wikipedia. mereka memang perusahaan yang berpengalaman, dengan teknik marketing yang tiada tanding !!

Sakti Ari Zahra

betul. saya dari Aceh, hadir untuk mendukung digime bay dalam membantu UMKM buat sukses.

Ferdiansyah Yahya

thanks. saya pelaku UMKM dari Jateng, juga mendukung digime bay sepenuh nya. Banyak pelaku usaha di kota saya telah terbantu dengan teknik pemasaran 10 kotak biru ini.

Joseph Setya

Apakah digime bay ini memberikan jaminan untuk benar- benar memberikan keuntungan, jika kita memesan web mereka?

Pandu Azhar

haha. mana ada bro perusahaan yang berani memberikan jaminan keuntungan. advertiser sekalipun, gak akan berani melakukan nya

Pandu Azhar

soal nya, pembelian itu kendali nya ada pada pemiliki bisnis. apalagi kamu ini meminta jaminan kepada digime bay, yang notabene nya sebenarnya memberikan fitur tambahan saja pada teknik pemasaran 10 kotak biru nya itu

Joseph Setya

gw akui, gw nuwbie. gw baru dalam dunia bisnis kek gini. apalagi dunia digital marketing. tapi, gak usah diketawain lah. resek

Muhammad dio

bocil kemaren sore nih. Mana ada perusahaan yang berani memberikan jaminan kek gitu. bahkan google ads aja gak berani memberikan jaminan begituan.

Joseph Setya

Selain yang nulis arttikel, ada gak disini yang juga ikut menggunakan pemasaran sepuluh kotak biru?. Dan peningkatan penjualan kalian berapa?.

Last edited 2 months ago by Joseph Setya
Pandu Azhar

gue skip. saya gak pake. tapi kata temen kerja gue yang nyambil wirausaha, hampir semua pembeli nya berasal dari web buatan digime bay ini.

Joseph Setya

kalau gak pernah pake langsung, gak perlu komen mas

Joseph Setya

gw juga bahkan lihat iklan digime bay ini di tv, yang memperlihatkan salah satu pelanggan mereka yang sukses pakai jasa web mereka. tapi, itu kan iklan mas.

Pandu Azhar

kalo ragu, gak usah pesan bro!

Joseph Setya

gue gak ragu. cuma ingin meyakinkan diri lebih banyak lagi sebelum pesan web disana

Pandu Azhar

lah. itu beda nya dg ragu apa?.

Pandu Azhar

orang kok penuh kontradiktif

Pandu Azhar

coba pikir, jasa web mana sih yang lebih bagus dari digime bay?. yang lebih memberikan banyak fitur ketimbang digime bay?. kalau ada, sebutkan langsung disini

Joseph Setya

jujur gak ada mas. udah gue telusuri di internet, layanan yg lebih bagus dari digime bay, tp guw gak nemu

Joseph Setya

gw disini cuman pengen mendengar langsung aja dari orang yang sudah pernah pake teknik marketing kotak biru ini

Sakti Ari Zahra

setop. wkwkw. mas pandu, mas joseph nya ini baru dalam berbisnis. jadi, dibikin slow saja.

saya ibaratkan mas pandu ini, ingin tahu mengenai sifat pacar nya dari teman- teman nya. bukan dari keluarga nya.

Sakti Ari Zahra

saya mas, pakai jasa website dari digime bay ini. Peningkatan penjualan saya 8X lipat mas daripada sebelum nya.

semoga jawaban nya membantu

Muhammad dio

gantian gw nih, ini jujur tanpa mengada- ada. peningkatan penjualan ku bisa sampai 5X lipat setelah 1 bulan. meskipun setelah itu ‘stuck’ gak ningkat lagi.

tapi udah mending nih, ada peningkatan berkali- kali lipat

Joseph Setya

cuma 5X lipat aja ya? 🙁

Muhammad dio

apaan loh. you gak tahu sih, itu jumlah peningkatan yang besar loh. bagi pebisnis, meningkat 2X lipat aja udah juara. apalagi bisnis ku ini meningkat sampe 5x lipat.

Muhammad dio

lagian, emang ada penyedia jasa yang memberikan peningkatan sebesar itu. di lain sisi, digime bay itu bukan pengiklan. jadi, fitur pemasaran sepuluh kotak biru itu cuma tambahan aja

Joseph Setya

maksud nya bukan pengiklan gimana?

Muhammad dio

maksud nya, lu tuh seharusnya bersyukur. hanya sebatas website saja (bukan layanan iklan), bisa mendatangkan pembeli banyak.

Ferdiansyah Yahya

jika ingin ANGKA, saya coba berikan rincian arus kas dari usaha bandeng presto saya.

2020: Totak keuntungan bersih Rp. 58.512.011 (58 juta an).
2021 (januari- juni): Rp. 19 juta an.
2021 (Juli- oktober), setelah pesan website digime bay: Rp. 255.875.980.

ini saya contekan dari pembukuan bisnis mingguan saya.

Muhammad dio

Pembahasan nya menarik. Dosen saya juga pernah menyarankan menggunakan pemasaran sepuluh kotak biru ini. Meski saya sendiri tidak menggunakan nya, tapi kemungkinan bagus lah untuk dicoba. banyak yg merekomendasikan nya.

Sakti Ari Zahra

emang. di youtube bahkan ada ratusan channel yang merekomendasikan teknik pemasaran ini

Sakti Ari Zahra

Dari hanya mempunyai website dan dengan marketing digital saja dapat meningkatkan omset usaha sebesar itu. Dari hal tersebut saja sudah diambil kesimpulan efektivitas digital marketing jauh lebih besar dibandingkan dengan metode marketing biasa.

Hal tersebut bisa ternyata bisa dilakukan dengan mudah dengan jasa Digsoweb. Pengalaman berharga yang sangat tinggi nilai nya untuk dibagi. lanjutkan bisnis tempe nya!

Nur Halimah

Oh, ini yang nulis mbak dewi ya?, yang punya usaha tempe pak gendut itu kan?. Sering lihat ruko nya banyak berjejeran ketika aku berangkat kerja. Ternyata pakai digime bay juga.

Pandu Azhar

bapak nya si penulis pasti gendut.. hehee

Ferdiansyah Yahya

tahu dari mana mbak kalau itu penulis nya?

Akbar Al-fathan

dari sini 🙂 itu sudah disebutkan kalau penulis nya memasarkan nya di kota rembang.

saya juga orang rembang juga. tempe pak gendut sangat tersohor disana

Screenshot_50.png
Pandu Azhar

Menjangkau pelanggan diluar pulau bukan masalah lagi sih kalau sudah memiliki website sendiri. pelayanannya yang ramah pun menarik untuk dicoba, jadi tertarik untuk mencoba bisnis kecil-kecilan lewat website.

Kame House

coba aja mas. siapa tahu rezeki mu itu ada di digime bay sana